Senin, 08 Oktober 2012

Trenggiling / Armadillo : Hewan yang pandai menggulung


Seekor trenggiling yang sedang mencari makan di batang suatu pohon di hutan
 Taksonomi

Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Pholidota
Famili: Manidae
Genus: Manis
Spesies: M. javanica



Trenggiling atau Armadillo merupakan hewan unik yang memiliki kemampuan menggulungkan badannya seperti bola. Trenggiling ini memiliki 20 variasi spesies yang ada di dunia. Salah satu contohnya adalah Manis javanica hidup di hutan hujan tropis dataran rendah yang dapat ditemukan di Asia Tenggara (Indonesia dan Malaysia). Trenggiling memiliki kaki yang pendek, kepala yang panjang, sisik atau yang disebut scutum yang tebal, keras, dan tajam, panjang tubuh sekitar 13-150 cm(bayi-dewasa), dan berat sekitar 85 g- 54 kg(bayi-dewasa). Hewan ini mampu hidup di alam bebas selama 12-15 tahun, dan mampu hidup dipenagkaran sampai 20 tahun lebih. Temperatur tubuhnya bekisar antara 33-36°C.
Lidah trenggiling
Hewan ini terkategori sebagai omnivora. Makanan kesukaannya adalah serangga, terutama semut dan rayap. Selain itu, trenggiling juga memakan kumbang kecil,ulat, larva serangga, kacang, biji-bijian, dan bahkan amphibi atau reptil kecil. Sehingga mulut dan giginya pun berevolusi menyesuaikan cara dan makanan yang disantapnya, yakni mulut yang panjang dan hanya memiliki beberapa gigi geraham(molar) untuk bantu mengunyah. Oleh karena evolusi ini, trenggiling memiliki lidah yang dapat dijulurkan hingga sepertiga panjang tubuhnya. Dengan begitu, hewan yang  ini memiliki cara makan yang tergolong unik yakni menangkap mangsa dengan lidahnya dan langsung menarik ke dalam mulut dan memakannya.
Bentuk tubuhnya memanjang. Rambutnya termodifikasi mejadi sisik besar yang keras karena tersusun oleh keratin sehingga membentuk perisai berlapis sebagai alat perlindungan dirinya. Apabila terancam dari serangan predator trenggiling akan menggulungkan badannya seperti bola. Ia pun dapat menyerang dengan mengebatkan ekornya, sehingga sisiknya dapat melukai kulit lawannya.
Proses menggulungkan badan trenggiling
Lapisan keratin pada sisik trenggiling

Sisik trenggiling
Tingkah laku

Trenggiling termasuk hewan nokturnal, hewan yang aktif pada malam hari. Ia suka membuat lubang sebagai sarang untuk ditempatinya selama berbulan-bulan. Sarang yang dibuatnya sering kali berada di bagian akar-akar pohon besar dengan cakar pada kakinya ia membuat lubang tersebut atau ia menempati sarang bekas hunian hewan lain. Hewan ini memiliki kebiasaan menutupi jalur masuk sarangnya. 
Sarang trenggiling
Ia pun mampu berjalan berberapa kilometer untuk mencari makan dan akan kembali lagi ke lubang sarangnya berada. Pada siang, ia akan berada di dalam sarang untuk bersembunyi, namun ada pula yang tinggal di atas dahan pohon.

Trenggiling di atas pohon pada siang hari
Apabila makanan di darat sulit dicari, maka trenggiling akan beranjak ke perairan terdekat untuk mencari makan di air. Ia mampu bertahan selama 6 menit di dalam air. Dengan struktur kakinya yang kecil dan berat sisiknya, trenggiling mampu masuk ke dalam air dan berenang.
Trenggiling di dalam air
Reproduksi

Trenggiling memiliki struktur anatomi untuk reproduksi yang tidak berbeda dengan mammalia lainnya, yakni memiliki kelenjar susu/mammae/ambing sebanyak 2 pasang, 1 pasang di bagian dada dan 1 pasang di bagian perut. Ia akan dewasa kelamin setelah 12 bulan. Hewan ini memiliki musim kawin yang jatuh pada bulan April-Juni.
Trenggiling saat perkawinan
Ia akan mengalami kebuntingan selama 120 hari. Kemudian, ia akan melahirkan bayi yang beratnya sekitar 500 g dengan panjang sekitar 45 cm dan langsung dapat berjalan meskipun masih memiliki penglihatan yang tidak sempurna(buta sementara). Selain itu, bayi ini masih memiliki sisik yang sangat lembut dan akan mengeras setelah 2 hari.


Bayi trenggiling
Bayi trenggiling di ekor induk
Bayi trenggiling akan selalu dekat dengan induknya selama 72 hari. Selama itu, bayi akan selalu dibawa-bawa sang induk di atas ekornya. Setelah 72 hari, ia sudah mampu mencari makan sendiri dan hidup secara madiri.

Persebaran Trenggiling

Beberapa spesies trenggiling yang dapat di temukan di belahan dunia:
  1. Manis javanica, hidup tersebar di Indonesia, Malaysia, dan Indochina.
  2. Manis pentadactyla, hidup di Nepal, Himalaya timur, Myanmar, dan China.
  3. Manis carssicaudatam, hidup di India dan Srilangka.
  4. Manis tertadactyla, hidup di Asia.
  5. Manis temmenki, hidup di Asia.
  6. Manis triscuspis, hidup di Asia.
  7. Manis gigantea, hidup di Afrika.

Manis javanica


Manis pentadactyla
Manis carssicaudatam
Manis triscuspis
Manis gigantea
Manis temmenki
Manis tertadactyla
Sumber :
Bahan
http://id.wikipedia.org/wiki/Trenggiling_biasa
http://animals.nationalgeographic.com/animals/mammals/armadillo/
http://iwandahnial.wordpress.com/2008/08/04/trenggiling-binatang-yang-dilindungi-dan-yang-diburu/
http://www.ehow.com/about_4587179_armadillo-eating-habits.html
http://zooborns.typepad.com/zooborns/armadillo/
http://www.tpwd.state.tx.us/publications/nonpwdpubs/introducing_mammals/armadillos/

Foto
Internet

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar